DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Motherhood Journey
Your Motherhood Journey

Halo Ibu, Apa kabar?

Share:

Menjadi Ibu itu Indah dan tidak Mudah.

Ibu, perjalanan menjadi ibu, mengajarkan saya pentingnya bertanya ke diri sendiri, Apa kabar? Apa yang saya rasakan. Karena apa yang saya rasakan penting,  seorang ibu juga perlu didengarkan.

Sebenernya perjalanan saya menjadi Ibu, sudah sering saya bagikan. Di blog, youtube, di kelas, lingkaran ibu, tapi saat menceritakannya, selalu saja ada sudut pandang baru. Bila harus menaruh satu kata, buat saya menjadi ibu bukan sesuatu yang alami buat saya.

Saya masih ingat, waktu TK saya paling senang main masak-masakan, tak lupa memiliki boneka sebagai anak yang saya gendong kemana-mana. Orang tua saya mendukung penuh, malah melihat saya lucu. Saat kelas 3 SD, saat ditanya apa cita-cita saya? Saya ingin jadi Fashion Designer. Minimal kuliah S1, dan bisa keliling dunia. Malahan, saya pernah mau jadi pramugari dan tour guide, tapi orang tua tidak setuju, katanya ini pilihan kurang cerdas. Saya di stimulasi untuk terus bermimpi besar, MEGAH!

Pernah, bapak saya bilang, “ Nak, future belongs to a dreamer”.

Sebegitu kuat pesan ini. I can be anything that I want.

But, just not a mother.

Semenjak bangku sekolah dasar hingga univesitas tak pernah satu kali pun orang tua saya menyebutkan, saya nanti akan dan perlu menjadi Ibu. Akan ada mahluk-mahluk kecil yang mebutuhkan saya 24 jam, dan ini adalah transisi perempuan dari mimpi besar dan berhenti sejenak. 

And The day I’m mother…

Was not easy.

I dont have a village.

I feel sad.

It was unplanned pregnancy.

I have to let go my day job.

I have to let go my dream school.

Menjadi Ibu bukan sesuatu yang alami buat saya, butuh usaha panjang untuk berdamai dengan diri saya sendiri. Butuh waktu buat saya untuk melatih diri bertanya kabar diri saya sendiri, merasakan, mengakui, dan mengubah energi ini menjadi netral.

So heres comes haloibu..

Pada akhirnya saya bisa bertemu dengan Mahija dengan damai di rumah. Dengan Ray, ikut menangkap Mahija. It was a beautiful homebirth with our Midwife and doulas. Kelahiran Mahija bisa dibaca disini.

Masa postpartum, atau masa sesudah melahirkan tidak mudah bagi saya. Saya adalah perempuan aktif, suka berpegian sendirian, penuh solusi, suka bertemu banyak orang, dan sangat suka bekerja.

Sehabis melahirkan selama 40 hari, saya dituntut untuk hanya berada di rumah. Ada bayi yang sangat mebutuhkan saya. Payudara saya bengkak, vagina saya sakit, saya kurang tidur, saya capek sekali. Rasanya keluar rumah tidak mungkin, karena tubuh saya butuh recovery besar-besaran, di satu sisi bayi saya butuh ASI, tubuh saya harus produksi ASI. Saya menyusui 3-5 kali pada malam hari, punggung saya sakit sekali. Paling sedih, ketika saya berkaca, saya tidak tahu siapa saya. Apa saya seorang Ibu saja, istri, atar siapa? I was lost.

Saat melahirkan Samudra, jauh lebih mudah karena saya menyadari pentingnya menanyakan perasaan saya sendiri, merasakan, dan mengakuinya. Meminta tolong jika saya butuh.

Saat Mahija berumur 18 bulan, saya merasa keadaan lebih baik, Saya mencoba mencari tahu apa yang saya rasakan. Dengan bekal sebagai wartawan, saya membawa tripod, kamera, mahija dan memulai mewawancarai teman-teman saya yang menjadi Ibu. Saya ingin tabu apa yang saya rasaran ini tepat? Apa  hanya saya yang alami? Ternyata tidak. Kita semua merasakan hal yang sama.

As a mother, we are all transitioning. Kita mengalami perubahan tak hanya perubahan fisik, tapi juga diri, secara psikologis, sosial, dan cara kita melihat dunia berubah. Matrescence.

Pengalaman ini saya bagikan di blog, serta youtube channel haloibu.id.

Halo Ibu, apa kabar? Setiap  sapa saya ketika membuka Youtube channel haloibu.id.

Lingkaran ibu

2016, Waktu yang sangat spesial, karena cita-cita saya memiliki support sistem sebuah lingkaran untuk Ibu bisa terjadi. Lingkaran Ibu lahir. Ibu-ibu duduk, saling bercerita, menceritakan apa yang mereka rasakan, saling menyayangi tanpa menghakimi.

Banyak ibu yang bergerak dan berubah menjadi lebih baik. Karena menceritakan yang ibu rasakan begitu penting. Saat Ibu mampu memberikan cinta ke dire sendiri, Ibu mengajarkan anak untuk mencintai dirinya sendiri, suami untuk menghargai dirinya, dan ibu mampu memberikan cinta untuk komunitasnya. 

More on Lingkaran Ibu stories, here.

Postpartum Class

Saya pun merasakan pentingnya menjadi doula untuk bisa berbagi perubahan perempuan ini. Birth and Postpartum is most important things in the world to shape a better earth. Karena kedamaian dalam diri manusia, dimulai dengan kelahiran yag damai dan minim trauma.

More about doula here.

Line square

Kebutuhan tempat dimana Ibu bisa bertemu dan mendapatkan dukungan tanpa perlu datang ke Lingkaran Ibu akhirnya bisa ditemukan di Line Square. Saat ini kami punya self-love challenge, dan saya amaze Ibu-ibu mau melakukan dan berbagi afirmasi baik setiap harinya. Melakukan hal baik dan guyub membuat energi baik untuk perubahan.

Slowly, I’m so thrilled,  mothers get the village, the support they need through online and offline present. 

And The Book.

Saya masih ingat saat melahirkan Mahija, semua orang begitu bahagia bertemu Mahija. Semua orang datang memeluk Mahija, bertanya berat badannya, bagaimana Ia dilahirkan. Tapi…Kok, jarang yang bertanya apa yang saya rasakan. Hanya bidan yang benar-benar tanya apa yang saya inginkan dan rasakan. Padahal, saya sangat butuh diperhatikan. Ini adalah keadaan baru buat saya, yang saya rasakan penting. Saat menemani melahirkan , banyak Ibu yang mengalami hal serupa.

Ubud, Juni 2018, Samudra baru dilahirkan beberapa hari yang lalu. Menjadi Ibu sangatlah Indah dan tidak mudah. I need my support system, and so do you.

Semua hadiah ditunjukan untuk bayi, bagaimana dengan hadiah untuk Ibu? Ibu kurang tidur, ibu butuh diperhatikan.  

Karena itu Lahirlah buku..

 Halo Ibu, Apa Kabar? Menjadi Ibu Indah dan tidak mudah.

Didesign dengan manis ollen sahabat saya Citra Adinda, dan ditulis oleh saya.

I want it to be a gift, because mother do Need a gift . A gift for a mother, from a mother. A gift for new mother. A gift for a bestfriend. A gift for you.

A gift when mothers feels down, a place where mother can write their feeling, because your feeling matters Ibu. 

Full of  colour, full of feelings, full of motivation, Full of illustration.

Ibu juga bisa mengambil foto, dan mengunggah di Instagram, jangan lupa tag @haloibu.id.

Janna lupa gunakan hashtag #HIAK untuk sama-sama berbagi pengalaman.

Ibu, yang kamu rasakan penting.

I Love You

Ashtra

Untuk membeli buku dengan penawaran khusus bisa beli kesini. 

Ashtra Effendy

Mahija's Ibu. Former journalist turn mother, turn blogger, turn doula.

Related
Melahirkan Buku “Halo Ibu, Apa Kabar?”
Self Awareness dengan Rollerskool
Berdamai dengan trauma masa lalu
Tags: buku haloibu, Featured, halo ibu, halo ibu apa kabar, HIAK, menjadi ibu, perjalanan menjadi ibu
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibu.id