DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Motherhood Journey
Your Motherhood Journey

Self Awareness dengan Rollerskool

Share:

“Sejak mengikuti sesi-sesi rollerskool setiap minggunya, saya perhatikan Aura jadi semakin penyabar dan mau menghargai proses. Satu yang selalu saya ingatkan padanya setiap dia mulai kehilangan kesabaran bila sedang mengerjakan sesuatu, seperti perkataan para coach saat sesi rollerskool, ‘kalau jatuh tidak apa, berdiri dan coba lagi’, kalimat motivasi tersebut berhasil mengingatkannya bahwa segala sesuatu butuh proses, tidak bisa diperoleh begitu saja secara instant.”

Sudah 5 minggu Aura mengikuti sesi inlineskate di Roller Skool. Setiap Sabtu Pagi dia sangat bersemangat karena selain mengikuti sesi latihan inlineskate dia juga akan bertemu dengan Mahija dan berlatih bersama. Saya juga tidak kalah bersemangat karena menyenangkan sekali rasanya melihat progress Aura setiap minggunya. Rasanya sejak jadi Ibu saya gampang terharu untuk hal-hal kecil dan sederhana, sesederhana melihatnya bisa berdiri tegak dengan menggunakan inlineskate tanpa berpegangan saja saya bisa terharu.

Sudah cukup lama saya mengetahui tentang Roller Skool yang mengajarkan sepatu roda untuk anak-anak juga dewasa ini, tapi baru kali ini saya berkesempatan untuk mencobanya salah satunya karena usia Aura (4 tahun) yang sudah mencukupi untuk berlatih. Iya, untuk anak-anak usia minimal berlatih sepatu roda adalah 4 tahun. Kenapa sepatu roda?  Saya memilih sepatu roda sebagai salah satu kegiatan tambahan untuk Aura karena menurut saya Aura sedikit bermasalah di segi keseimbangan tubuh. Biasanya bila terjatuh saat berlari itu selalu dikarenakan tersandung kaki sendiri ataupun gerak tubuh yang tidak stabil. Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Mbak Fithri, co founder Roller Skool, menurutnya pada olahraga sepatu roda itu ada beberapa kemampuan fisik yang bisa ditingkatkan sekaligus, yang pertama kekuatan core, balance, kelenturan, dan daya tahan (endurance). Nantinya semakin si anak naik level selanjutnya maka mereka akan belajar kontrol dan fokus. 

Pas banget dengan apa yang saya ingin Aura dapatkan dari sesi-sesi latihan sepatu roda ini. Sama halnya dengan Mahija, yang juga memiliki masalah di seputar core balance. Di awal-awal latihan, mereka berdua banyak terjatuh, karena masih belajar untuk menggunakan sepatu roda, cara berdiri, dan berjalan. Tapi tenang saja, saat berlatih mereka menggunakan safety tools seperti helm, pelindung siku dan pelindung lutut. Selain itu mereka juga diajarkan cara jatuh yang benar, yaitu jatuh ke depan, tidak ke belakang. Namun mereka tidak kapok untuk terus berlatih, karena didukung oleh para coach yang super sabar, ramah, dan baik, yang selalu membantu, melatih, dan menyemangati mereka. Selain itu salah satu alasan mereka berdua ingin bisa menggunakan sepatu roda adalah karena mereka ingin bisa bermain ice skating, yang tentunya membutuhkan kemampuan bersepatu roda yang baik.

Tidak butuh waktu lama, di minggu ketiga Aura dan Mahija sudah mulai lancar bermain sepatu roda, yang terpenting mereka tidak berhenti berusaha untuk bangkit lagi tiap kali terjatuh. Selain itu kemampuan untuk fokus pun bertambah, karena saat mereka tidak fokus akan sulit bagi mereka untuk mengontrol pergerakan kaki dan tubuh. Sesi latihan juga sangat menyenangkan karena dikemas dengan permainan ketangkasan.

Di minggu kelima, Aura dan Mahija di evaluasi untuk mengetahui sudah sejauh mana kemampuan mereka bersepatu roda dan apakah mereka sudah layak untuk naik ke level selanjutnya. Dan ternyata kemampuan mereka bersepatu roda sudah berkembang pesat maka mereka dinyatakan lulus kelas level Harimau dan dapat melanjutkan ke level selanjutnya. Wah, selamat ya anak-anak!

Oh iya, apakah setiap anak akan sama progressnya? Jawabannya, tidak juga. Ada anak-anak yang butuh waktu lebih lama atau bahkan lebih cepat untuk naik level. Contohnya Elora, anak dari Ibu Ranum, yang saya sadur dari testimoni Roller Skool, Elora butuh 8 kali pertemuan, atau 2 bulan dari pertama latihan hingga ia mau untuk meluncur sendiri. Sebelumnya Elora menolak untuk mencoba dan hanya mau duduk di pinggir lapangan memandangi teman-temannya berlatih sepatu roda. Beruntung para coach selalu sabar dan tidak pernah berhenti menyemangati dan mendukungnya untuk mulai mencoba berlatih. Hingga kini di bulan ke 7, kemampuan Elora bersepatu roda sudah berkembang pesat.

Lain halnya dengan Aru, anak dari Ibu Fani, hanya dalam waktu 5 bulan berlatih sepatu roda Aru malah sudah naik tingkat ke Kelas Prestasi yaitu kelas sepatu roda untuk anak dengan level advance, alhasil Aru menjadi anak yang terkecil di grup kelas prestasi. Padahal awal bersepatu roda, Aru sempat menangis, bukan karena tidak mau, tetapi tidak percaya diri untuk memulai bersepatu roda.

Maka dari itu Roller Skool mengelompokkan level anak tidak sesuai usia, melainkan kemampuan masing-masing anak. Untuk mengikuti kelasnya pun bisa per kedatangan atau per 5 kali pertemuan. Apabila memilih per kedatangan maka akan dikenakan fee Rp. 145,000,- namun bila memilih paket 5 kali pertemuan akan lebih ekonomis dengan fee Rp. 625,000,-. Nah setelah lulus level apakah Aura dan Mahija akan tetap melanjutkan sesi sepatu roda di Roller Skool? Tentunya, iya. Selain karena Roller Skool sudah terakreditasi ICP, Inline Certification Program yang merupakan badan sertifikasi instruktur dan sekolah sepatu roda yang ingin memastikan kurikulum, tata cara pengajaran dan standarisasi kelas disampaikan dengan kualitas yang baik. Saya dan Ashtra (ibunya Mahija) sangat senang dengan progress yang didapatkan dari sesi latihan ini. Selain anak-anak kami menjadi lebih balance dan lebih mampu mengontrol gerak tubuh, mereka juga sedikit lebih manis, penyabar, dan tidak mudah tantrum; karena energi berlebihnya sudah diarahkan ke aktivitas yang positif. Selain itu mereka jadi lebih lahap menyantap makanannya, wah bonus sekali buat para ibu ya bila anak kita jadi lebih lahap saat makan.

Terimakasih Roller Skool! ☺

Sita Hanindra

Mother of one amazing girl, Aurora. A professional dreamer

Related
Halo Ibu, Apa kabar?
Mother Transition: Semua ibu perlu tahu.
My VBAC story
Tags: Featured, haloibu, kelas anak, les sepatu roda, rollerskool, sepatu roda
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibu.id