DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Berapa Jarak Waktu Yang Ideal Untuk Hamil Lagi?

Share:

Berencana punya anak lebih dari satu? Boleh-boleh saja, kok. Asalkan, kamu harus pastikan bahwa fisik dan mentalmu sudah siap menyambut kehamilan berikutnya. 

Setelah masa nifas berakhir, siklus menstruasi akan kembali normal. Di fase ini, kamu bisa hamil lagi jika berhubungan seksual dengan pasangan. Tapi, apa kamu yakin sudah siap punya anak lagi? 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyarankan agar jarak kehamilan diberi waktu setidaknya 3 tahun. Jarak ini adalah waktu yang paling ideal dengan mempertimbangkan berbagai hal, yaitu: 

Menunggu Rahim Ibu Pulih Setelah Melahirkan Anak Pertama 

Selama hamil dan melahirkan anak pertama, rahim ibu mengalami perubahan. Dari yang tadinya hanya sebesar telur ayam sampai bisa diisi bayi 2-3 Kg. Maka, pada kehamilan berikutnya rahim ibu harus pulih dulu dan ukurannya kembali mengecil. 

“Dari (ukurannya) melar ke balik normal lagi kan susah. Jadi, perlu recovery dulu. Kembalikan dulu rahimnya sampai betul-betul sempurna kecilnya,” ungkap Deputi Bidang KB BKKBN, Eni Gustina. 

Mencegah Adik Terkena Stunting 

Menurut penelitian dalam Journal of American Medical Association, jarak waktu kehamilan kurang dari 1 tahun berisiko tinggi menimbulkan stunting dan lahir prematur pada bayi. Risiko ini akan berkurang ketika jarak kehamilannya 3 tahun atau lebih. 

Adapun, prematur didefinsikan sebagai kelahiran bayi di usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Normalnya masa kehamilan adalah 40 minggu sampai bayi dapat dilahirkan. 

Memberi Gizi Yang Cukup untuk Adik dan Kakak 

Setelah melahirkan, ibu harus menyusui kakak paling tidak selama 2 tahun dan memperhatikan asupan gizinya. Jika ibu hamil lagi saat masih menyusui kakak, maka asupan gizi untuk keduanya akan berkurang.  

Adik tidak bisa menerima gizi seutuhnya yang dikonsumsi ibu dan ASI yang diminum kakak gizinya jadi berkurang. Padahal, 1000 hari kehidupan anak merupakan periode emas yang harus terpenuhi kebutuhan gizinya. 

1000 hari pertama kehidupan seorang anak terdiri dari 270 hari di dalam kandungan dan 730 hari pada dua tahun pertama. Terpenuhinya gizi selama hamil hingga tahun-tahun awal kehidupan anak berperan dalam membentuk fungsi otak dan memperkuat sistem imun. 

Biarkan Kakak Mendapat Perhatian Penuh 

Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), anak yang masih membutuhkan ASI sebetulnya belum siap memiliki adik. Ia masih menginginkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya.  

Saat anak yang masih membutuhkan perhatian penuh dari orang tua terpaksa harus berbagi kasih sayang dengan adik akan membuatnya cemburu. Ia bisa saja melarang adik menyusu dan tidur bersama. 

Jadi, kakak juga harus siap menerima kehadiran adik agar tidak cemburu dan mengalami gangguan mental. 

Untuk memberi jarak kehamilan berikutnya, sebaiknya ibu dan ayah berkontrasepsi jangka panjang. Minimal 3 tahun untuk mencegah jarak kehamilan yang terlalu dekat.

Ada berbagai jenis kontrasepsi yang bisa digunakan saat ini yaitu, kondom, pil, KB suntik, implan, dan kontrasepsi dalam rahim. 

referensi:

Dwi Reka

Energetic person and women issue observer, a writer

Related
Mengatasi Savior Complex: Saat Menolong Orang Bikin Kewalahan 
Pentingnya Mengajarkan Sikap Tegas Pada Anak
Denial Feeling: Wajar, Tapi Bisa Berdampak Buruk 
Tags: #haloibu, #haloperempuan, #ibu, #menjadiibu, motherhood
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid