CONTACT US
Lets share some love updates
Mom Inner Journey
Mom Inner Journey

Ibu Masih Menghadapi Risiko Kematian Meski Telah Berhasil Melahirkan Bayi

Share:

Dibandingkan dengan masa kehamilan yang berlangsung selama 9 bulan, proses melahirkan dianggap lebih menegangkan. Melahirkan juga masih dipandang sebagai masa kritis dimana seorang ibu bertaruh nyawa demi melihat bayinya untuk pertama kali.

Maka, tak heran jika setiap ibu merasa bahagia ketika berhasil melahirkan bayi dengan selamat. Hal ini juga dirasakan oleh Willis Prater yang melahirkan bayinya di usianya yang ke-42. 

“Saya berhasil melewati garis finis,” ungkapnya, dikutip dari The New York Times.

Bagi Prater, melahirkan adalah tahap akhir bertahan dari perubahan hormon hingga berbagai risiko kesehatan yang dihadapinya selama hamil.

Ia berpikir setelah melahirkan tubuhnya akan baik-baik saja dan kembali seperti sebelum hamil.

“Aku tidak perlu khawatir tentang apa pun lagi,” ujarnya.

Pemikiran Prater itu sayangnya berbeda dengan kenyataan pahit yang harus ia terima ketika bayinya berusia dua bulan. 

Prater mengalami gagal jantung, dimana jantungnya hanya bisa bekerja efektif sekitar 20% dari kapasitasnya. 

Paru-parunya tidak bisa memompa oksigen dengan maksimal sehingga ia harus menggunakan ventilator. 

Apa yang dialami Prater menunjukkan bahwa setelah melahirkan ibu masih menghadapi risiko komplikasi kesehatan hingga kematian. Kasus ini juga diperkuat dengan hasil penelitian dan data yang relevan.

Data dari Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat menunjukan bahwa di tahun 2017 hingga 2019 kasus kematian ibu paling banyak terjadi setelah melahirkan. Dari 1.018 kematian, ada sekitar:

– 30% ibu meninggal saat bayinya berusia di bawah 6 minggu

– 30% ibu meninggal saat bayinya berusia 6 minggu hingga 1 tahun

– 30% lainnya meninggal selama kehamilan dan proses persalinan

Di masa kehamilan, perempuan mengalami peningkatan volume darah hingga 50%. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih ekstra dan berdetak lebih kencang. Itulah mengapa fase setelah melahirkan berisiko memicu penyakit jantung bagi sebagian ibu.

Setelah melahirkan atau di masa postpartum, bentuk rahim menyusut yang menyebabkan tekanan darah meningkat. 

Jika tidak mendapatkan perhatian khusus, kelelahan serta mengonsumsi makanan tidak sehat, maka tekanan darah akan semakin tidak terkendali dan bisa memicu stroke.

Ibu yang telah melahirkan juga mengalami perubahan hormon sehingga mentalnya tidak stabil. Ia rentan mengalami postpartum depression (PPD) jika kondisi mentalnya sering diabaikan.

Postpartum adalah fase yang rentan bagi ibu. Bahkan, CDC sampai menyebutnya ‘Trimester Keempat’ dan menyarankan agar ibu tetap mendapatkan pemeriksaan medis setelah melahirkan.

“Saya berharap setiap ibu yang pulang dari rumah bersalin mendapatkan sekotak cokelat dan alat pengukur tekanan darah untuk mengingatkan Ia masih seorang pasien,” kata Analis Teknologi Kesehatan dari Washington DC, Aryana Jacobs

Sumber:

Dwi Reka

Energetic person and women issue observer, a writer

Related
Menengok Lagi Keseruan Festival Ibu: Ibu Menemukan Kembali Jati Dirinya, Ayah dan Anak Ikut Bersenang-senang
PURE CARE, PURE LOVE WITH PURE BABY MEDITATION
LOVE ME FOR ME MEDITATION WITH MAMA’S CHOICE
Tags: #haloibu, #haloperempuan, #ibu, #menjadiibu, #menjadiperempuan, #perempuan, #perempuanbisa
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid