DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Menyambut Pribadi yang Baru Setelah Dianugerahi Gelar ‘Ibu’

Share:

 “Tak peduli sebesar apa kita ingin jadi ibu, kita tak akan pernah tak menjadi ibu lagi”

“Kau melepaskan dirimu yang dulu”

Demikian perkataan ibunya Natalie Benett dalam film Look Both Ways. Ia menasihati Natalie yang merasa berubah dan kehilangan dirinya sendiri setelah melahirkan.

Nampaknya, ungkapan tersebut mewakili apa yang dirasakan banyak perempuan setelah melahirkan. Kehilangan diri sendiri dan merasa berubah jadi orang yang baru memang benar adanya.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Scientific American menunjukan bahwa Ibu bukanlah orang yang sama dengan sosoknya sebelum melahirkan. Ibu adalah pribadi yang baru karena selama hamil hingga postpartum ia mengalami banyak perubahan, mulai hormon sampai struktur otak yang membuat sifatnya berubah.

Beradaptasi menjadi pribadi yang baru tentu tidak mudah. Apalagi, fase ini dibarengi dengan menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron secara drastis dimana kondisi emosional perempuan usai melahirkan cenderung tidak stabil.

Meratapi dan membandingkan dirinya versi sebelum melahirkan tentu menjadi proses yang dihadapi seorang ibu. Dukungan dari orang terdekat saja rasanya tidak cukup. Sebab, perempuan yang baru mendapat gelar ‘Ibu’ juga membutuhkan waktu untuk berkenalan dan menerima dirinya yang baru.

Di balik sulitnya beradaptasi menjadi Ibu, fase ini juga mengubah perempuan menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan, sebagian perempuan tidak merasa dirinya berubah setelah melahirkan, melainkan bertumbuh menjadi sosok yang lebih baik lagi.

“Saya pikir saya tidak berubah. Saya belum berubah, tetapi saya telah tumbuh. Hati saya lebih besar dan dipenuhi dengan cinta yang murni,” Ucap Melany, seorang ibu yang kini memiliki seorang anak laki-laki.

Bagaimanapun juga, setiap hal pasti ada sisi buruk dan baiknya. Jadi, selepas bersedih meratapi sulitnya bertransisi menjadi ibu, mari kita sambut beberapa sifat baru ini yang dimiliki perempuan setelah menjadi Ibu:

Rasa Empati yang Tinggi

Setelah mendapat gelar ‘Ibu’, perempuan tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia juga selalu berusaha membuat anak-anaknya bahagia, bahkan tak jarang ia mengesampingkan dirinya demi memenuhi kebutuhan sang buah hati. Pokoknya sebisa mungkin anak bahagia, sebab ketika anak sedih, pasti ibu pun ikut merasakan kesedihannya.

Perasaan yang Lebih Sensitif

Seorang Ibu memiliki hati yang lebih peka menangkap emosi di sekitarnya. Ada kalanya, sifat ini membuat ibu overthinking dan memikirkan berbagai hal yang sebetulnya tak perlu diambil pusing. 

Kabar baiknya, perasaan yang sensitif ini mendorong ibu selalu bersikap lembut pada anak dan orang-orang di sekitarnya. Sehingga banyak orang yang membalasnya dengan cinta dan kasih sayang.

Jadi Lebih Gesit 

Kehadiran sang buah hati menambah daftar aktivitas yang harus dikerjakan perempuan setelah mendapat gelar ‘Ibu’. Tanggung jawab terhadap anak dan diri sendiri membuat ibu semakin gesit dalam bekerja. Sat set sat set, urusan anak, rumah, dan kerjaan kantor pokoknya harus beres semua. 

Saat dianugerahi gelar ‘Ibu’ awalnya seperti masuk ke dunia baru ya, bu. Kita telah berubah, seolah menjadi sosok yang baru dan berbeda dari diri kita versi sebelum melahirkan. Namun, tanpa disadari ternyata perubahan yang kita rasakan adalah perubahan baik.

Referensi:

Dwi Reka

Energetic person and women issue observer, a writer

Related
Protected: How To Be a Happy Mother E-Course
Bagian Tersulit Menjadi Ibu yang Tak Diceritakan Orang-orang
5 Langkah Menuju Pribadi yang Lebih Baik
Tags: #haloibu, #haloperempuan, #ibu, #menjadiibu, #menjadiperempuan, #perempuan, #perempuanbisa
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid