DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Tetap Waras Hadapi Anak GTM

Share:

“Aku sedang mengalami stres yang luar biasa belakangan ini, bukan karena masalah keluarga, melainkan anakku yang sedang GTM (Gerakan Tutup Mulut). Permasalahan ini membuatku menangis setiap hari … ” 

“Kadang, aku sampai banting piring di depannya karena tidak kuat menahan emosi ini,” ungkap Ibu G (27). 

Ibu G adalah salah satu dari sekian banyak ibu yang kesulitan menghadapi anak saat GTM. GTM pada dasarnya sama seperti picky eater di mana anak hanya mau makan makanan tertentu saja, tetapi mereka tidak bisa menyampaikan apa yang diinginkannya sehingga membuat ibu kewalahan. 

Mereka juga belum menyadari apa saja makanan yang disukainya dan cenderung tutup mulut atau menolak makanan yang menurutnya tidak enak. Kondisi ini sering kali membuat ibu emosi, kesal, hingga stres.  

Namun, perasaan tersebut tak lain karena ibu khawatir si kecil kekurangan nutrisi hingga mengalami gizi buruk, mudah sakit, dan kemungkinan buruk lainnya.  Belum lagi, data terbaru dari UNICEF melaporkan bahwa asupan gizi yang tidak memadai dalam dua tahun pertama kehidupan anak dapat menghambat pertumbuhannya.  

Selain itu, perkembangan otak anak juga akan terhambat sehingga Ia akan kesulitan memahami pelajaran di sekolah. Data tersebut juga menunjukkan bahwa anak berusia di bawah dua tahun merupakan kelompok yang paling rentan mengalami malnutrisi hingga stunting.  

Dibandingkan masa lain dalam kehidupan seorang anak, pada masa inilah tubuh anak paling membutuhkan nutrisi esensial. 

Apa yang Menyebabkan GTM Hingga Anak Menolak Makan? 

GTM bukanlah fenomena unik. Mengutip Kompas.com, GTM terjadi pada 26,9% balita dan 15% anak usia dini. Anak yang terlahir prematur kemungkinannya lebih tinggi mengalami GTM. Ada sekitar 50% anak prematur yang mengalami gangguan makan, termasuk GTM. 

Memangnya, apa sih penyebab GTM? Ada beberapa hal yang menyebabkan anak menolak makan, yang pasti bukan karena Ia tidak nafsu makan. Sebuah studi dalam Mega Buana Journal of Nursing mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan kurang nafsu makan dengan perilaku sulit makan anak. 

Studi yang dilakukan tahun 2021 itu justru menunjukkan adanya keterkaitan GTM dengan gaya pemberian makan orang tua terhadap anak. Anak cenderung menolak ketika Ia harus makan dengan cara dipaksa dan waktu makan yang selalu berubah. 

GTM juga bisa terjadi ketika ibu memberikan makanan manis sebelum memberi si kecil makanan berat. Sebab, makanan manis dapat membuat anak kenyang sehingga Ia menolak ketika diberi makanan berat seperti MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu).  

Selain itu, masih ada beberapa hal lainnya yang menyebabkan anak GTM. Antara lain yaitu: 

1. Faktor Genetik  

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry (2016) mengungkapkan bahwa faktor genetik menjadi salah satu penyebab anak sulit makan. Faktor genetik mempengaruhi kecenderungan anak sulit makan sebesar 46% dan kemungkinan anak sulit mencoba makanan baru sebesar 58%. 

Jika ibu dan ayah termasuk orang yang pilih-pilih makanan dan sulit mencoba makanan baru, maka hal ini dapat menurun pada si kecil.  

2. Anak Tidak Tertarik dengan Menu yang Diberikan  

Selera makan orang tua turut mempengaruhi makanan yang disajikan untuk anak. Sebaiknya, anak tidak dipaksakan menyantap menu yang menurut kita enak. Bisa jadi, mereka memiliki seleranya sendiri. 

Mengetahui makanan apa yang disukai anak memang sulit ya, bu. Dibutuhkan kesabaran dan perjuangan untuk terus mencoba berbagai menu untuk si kecil.  

Jika menurutmu sup ayam tidak enak, mungkin saja bagi si kecil merupakan santapan lezat. Jadi, jangan bosan mencoba menu-menu baru untuk si kecil, ya! 

3. Porsi Makan Tidak Sesuai 

Porsi makan terlalu besar juga mempengaruhi mood anak untuk makan. Coba ingat lagi porsi makan yang kamu berikan untuk si kecil. Apakah porsinya terlalu banyak? 

Anak tidak membutuhkan porsi makan yang besar sehingga kamu hanya perlu menyajikannya dalam porsi kecil saja. Mungkin kamu juga perlu mencoba suasana baru sehingga Ia tidak merasa sedang berada di jadwal makan.  

Saat Ia bermain, cobalah sesekali suapi makan tanpa memperlihatkan sepiring menu yang disajikan. 

Mencegah Stres Saat Anak GTM 

Menghadapi anak GTM memang memicu amarah dan membuat kita hilang kesabaran ya, bu. Hasil survei yang dilakukan YouGov di Inggris mengungkap setidaknya 1 dari 4 orang ibu menyerah ketika berhadapan dengan anak yang sulit makan. 

Meski terkadang cukup membuat emosi, sebaiknya hal ini tidak membuat kita membentak dan bersikap kasar pada si kecil. Sebab, Ia akan merasa tertekan dan membenci proses makan. 

Lalu, bagaimana trik menghadapi anak ketika mereka selalu menolak makan? Apakah kita harus menahan emosi? Selain berusaha menyajikan makanan-makanan baru serta suasana yang nyaman untuk si kecil, kita juga harus tetap waras. 

Kita harus bisa mengelola emosi saat menghadapi anak susah makan agar mental kita tidak terganggu. Berikut beberapa tips mencegah stres ketika anak GTM: 

1.Sabar 

Jangan menyerah ketika anak terus-terusan menolak makan. Teruslah berusaha dan sabar karena pasti ada momen di mana Ia akan menerima makanan yang kamu sajikan.  

Anak susah makan adalah hal wajar dan bukan kesalahanmu sehingga kamu tidak perlu cemas. Yang penting, terus perhatikan perkembangannya. Jika GTM sudah menimbulkan gejala buruk hingga anak sakit, segera bawa Ia ke dokter. 

2.  Jangan Membandingkan 

Jangan membandingkan kondisi buah hatimu dengan anak-anak lainnya. Sama halnya dengan orang dewasa, setiap anak juga memiliki selera makan serta porsi yang berbeda. 

Selain itu, kamu juga sebaiknya tidak membandingkan cara memberikan makan anak dengan keluarga lain. Ketika kamu sudah mengikuti cara orang lain dalam memberi makan anak dan itu tidak berhasil, jangan salahkan anak, apalagi menyalahkan diri sendiri. 

3. Tunggu Si Kecil Lapar 

Si kecil pasti akan makan ketika Ia sudah lapar. Namun, terkadang menunggu anak lapar membuat kesabaran kita habis ya, bu. Daripada memaksanya sambil membentak, lebih baik menunggu Ia sampai lapar. 

Sebelum si kecil makan makanan berat, sebaiknya jangan berikan Ia cemilan, susu, atau air minum. Biarkan Ia merasa kelaparan, lalu suapi makanan berat yang bernutrisi. 

4. Konsultasi Pada Ahli 

Sebaiknya konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi untuk mengetahui asupan nutrisi yang diperlukan buah hatimu saat ini. Kamu juga bisa berkonsultasi durasi pemberian makan dan solusi menghadapi si kecil yang susah makan. 

Referensi: 

Dwi Reka

Energetic person and women issue observer, a writer

Related
Pentingnya Mengajarkan Sikap Tegas Pada Anak
Denial Feeling: Wajar, Tapi Bisa Berdampak Buruk 
5 Fakta Vagina Yang Harus Kamu Tahu 
Tags: #empoweringmothers, #haloibu, #motherhood
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid