DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Tanda-Tanda Hubungan Kamu Butuh Bantuan Profesional Psikolog

Share:

Namanya cinta dan hubungan, tidak selalu soal senang bersama, tapi juga melalui masa-masa sulit, yang tak jarang rasanya bikin kepala mau pecah. Ini tidak hanya dirasakan oleh orang-orang yang sudah menikah saja, tapi juga mereka yang menjalin hubungan romantis sebelum menikah.

Coba deh, perhatikan baik-baik dinamika hubungan kita dengan pasangan. Apakah akhir-akhir jadi lebih melelahkan daripada sebelumnya? Apakah hubungan ini layak untuk dipertahankan? Terkadang, kita bingung dalam berbagai hal karena merasa sendirian dalam hubungan, tapi tentunya kita tidak ingin berpisah dengan pasangan karena perasaan. Jangan-jangan, ini adalah tanda-tanda bahwa hubungan kita membutuhkan bantuan profesional?

Jika sebelumnya terapi ke psikolog maupun psikiater identik dengan konsultasi pribadi, ternyata kita juga bisa mengkonsultasikan hubungan kita dengan para profesional tersebut lho. Bahkan, kita dan pasangan biasanya akan memiliki sesi sendiri-sendiri untuk membicarakan hubungan kita dengan profesional.

Konsultasi ini merupakan sesi psikoterapi yang fokus untuk membantu orang-orang dalam meningkatkan kualitas hubungan romantis yang dimilikinya. Dalam sesi konsultasi, pasangan dapat mengeksplorasi isu yang terjadi dalam hubungannya, meningkatkan kualitas dan cara berkomunikasi, memecahkan masalah, dan sebagainya.

Sebetulnya, sesi khusus pasangan dengan psikolog tidak selalu soal permasalahan dalam hubungan, tapi bisa dilakukan untuk setiap hal dalam hubungan. Termasuk orang-orang yang berada dalam hubungan yang sehat, juga dapat menguatkan koneksi dan komunikasinya dalam hubungan dengan pasangannya.

Sayangnya, menurut John Gotmann, seorang psikolog pernikahan, pasangan suami istri yang membutuhkan bantuan dalam hubungannya, rata-rata baru meminta bantuan profesional setelah enam tahun sejak pertama kali merasa membutuhkan bantuan. Belum terlambat mungkin, tapi tentunya persoalan yang telah ditumpuk bertahun-tahun akan lebih pelik.

Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Pertama, ketidaktahuan terhadap apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa hubungan mereka sebenarnya membutuhkan bantuan, karena merasa dapat menyelesaikannya sendiri. Namun, biasanya mengalami kesulitan ketika harus bekerjasama dengan pasangannya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Kedua, tidak jarang, seseorang merasa tidak membutuhkan bantuan, tapi justru pasangannyalah yang membutuhkan bantuan. Padahal, tanpa disadari, bisa saja diri kita ikut berkontribusi dalam persoalan yang terjadi. Yang sering terjadi juga, satu orang memendam seluruh persoalannya seorang diri dan pada akhirnya akan menumpuk beberapa saat kemudian.

Alasan ketiga, banyak orang merasa tidak mampu membayar biaya psikolog, apakagi untuk konsultasi pasangan yang biasanya memang membutuhkan biaya yang lebih banyak. Padahal, sekarang layanan profesional sudah bisa ditemui bahkan di tingkat Puskesmas atau menggunakan asuransi, baik asuransi swasta ataupun pemerintah.

Terakhir, ada pasangan yang merasa mereka lemah jika sampai harus mendatangi profesional untuk menyelesaikan masalah dalam hubungannya. Anggapan bahwa diri kuat dan mampu menyelesaikan masalah memang baik, tapi sering menjadi bumerang baik bagi diri sendiri, pasangan, bahkan hubungan.

Tanda-Tanda di Bawah, Bisa Jadi Kamu Butuh Konsultasi untuk Pasangan

Kapan sebaiknya kita datang pada profesional dalam hal hubungan? Ada beberapa tanda-tanda yang perlu dikhawatirkan jika sampai terjadi dalam hubungan kamu dengan pasangan. Tanda-tanda itu antara lain:

  1. Bertengkar Sepanjang Waktu

Bertengkar memang menjadi hal yang menjadi bumbu hubungan, tapi ketika kita tidak bisa tidak bertengkar dengan pasangan, bahkan dalam perbincangan biasa, hmm rasanya itu bisa jadi tanda-tanda hubungan kita membutuhkan bantuan profesional. Tidak hanya bertengkar, tapi ketika sudah berteriak satu sama lain, bahkan melakukan kekerasan, baik psikologis atau fisik, ini sebaiknya menjadi pertimbangan kamu dan pasangan untuk melakukan konsultasi bersama.

  1. Merasa Kesulitan dalam Menyampaikan Perasaan dan Rasanya Seperti Berbicara Bahasa yang Berbeda.

Maksud hati ingin mencurahkan isi hati, tapi malah berujung ke pertengkaran. Padahal, rasanya diri kita sudah menyampaikan dengan baik, tapi kok kita seperti berbicara dengan bahasa yang berbeda dengan pasangan yaa. Biasanya perasaan-perasaan seperti ini akan jadi pikiran dalam diri dan bukan tidak mungkin akan menumpuk dalam hati. Sebelum meledak, tidak ada salahnya untuk bercerita ke profesional.

  1. Adanya Trauma atau Isu yang Menjadi Pembahasan Berulang.

Permasalahan bertahun-tahun lalu selalu muncul kembali ke permukaan setiap berbincang atau bertengkar? Atau mungkin kita memiliki trauma pada hubungan sebelumnya atau karena hubungan orang tua? Hal-hal ini bisa membawa hubungan ke dalam kondisi yang tidak diinnginkan lho.

  1. Memiliki Pandangan dan Visi yang Berbeda.

Pandangan yang berbeda terhadap satu hal, bisa saja membawa kita dan pasangan ke dalam pertengkaran hebat. Apalagi, hal tersebut merupakan sesuatu yang krusial, seperti anak, keuangan, atau harapan pada jenjang selanjutnya dalam hubungan.

  1. Ada Keinginan untuk Mengakhiri Hubungan.

Ada masanya kita galau di beberapa situasi. Terkadang, kita merasa ingin mengakhiri hubungan, tapi juga ingin bertahan dalam hubungan tersebut. Jika diri kita merasa belum yakin, ada baiknya meminta bantuan profesional lho, karena bisa saja keputusan ini terpengaruh emosi sesaat.

  1. Menginginkan Hubungan yang Lebih Kuat dan Sehat.

Tidak selalu soal hal negatif, ketika berada dalam hubungan yang baik, tapi kamu dan pasangan, atu salah satunya, sama-sama menginginkan hubungan yang lebih sehat dan kuat, kalian bisa segera menghubungi profesional agar hubungan kalian bisa bertahan lebih lama atau menjadi panutan bagi orang lain.

Lalu, bagaimana caranya menemukan profesional yang tepat? Mencari psikolog atau psikiater untuk diri sendiri saja susah-susah gampang, apalagi mencari orang yang tepat untuk kita dan pasangan yaa. Kamu bisa mencari di internet untuk profesional mana saja yang melayani konsultasi pasangan, karena tidak semuanya melayani konsultasi ini.

Selain itu, kamu bisa bertanya pada pasangan lain yang kamu kenal dan mendapat referensi dari mereka. Jika belum ada, tidak ada salahnya kamu dan pasangan menerapkan sistem trial n error. Jika kamu merasa kurang nyaman pada seorang profesional, sebetulnya tidak ada salahnya untuk mencoba profesional lain yang ada. Yang penting, jangan lupa untuk dikomunikasikan dengan pasangan.

Tips untuk Konsultasi Pasangan

Tidak jarang sebenarnya orang merasa malas ke profesional karena merasa tidak nyaman atau bahkan merasa profesional tidak dapat membantu mereka. Haloibu punya beberapa tips nih agar sesi konsultasi bisa berjalan lancar untuk semua pihak dan bisa memberikan hasil yang diharapkan.

Pertama, jujurlah pada pasangan dan profesional. Anggap sesi konsultasi ini merupakan ruang aman kamu dan pasangan untuk bercerita. Usahakan jangan ada yang ditutupi, agar para profesional dapat memberikan penilaian menyeluruh dan solusi yang tepat.

Kedua, perlu disadari bahwa sesi konsultasi dengan profesional tidak selalu nyaman. Akan ada saat kita harus menggali kembali hal-hal yang tidak mengenakkan. Hal ini terkadang harus dilakukan, agar kita bisa menghadapi perasaan negatif ataupun agar para profesional bisa memberikan penilaian yang baik. Ingat, kita bersama profesional yang berpengalaman, mereka tidak akan membiarkan kita terlarut lama dalam perasaan yang tidak enak tersebut.

Jangan lupa untuk berkomunikasi dengan pasangan kita. Ingatlah bahwa hubungan ini milik anda berdua, anda tetap memegang kontrol penuh pada hubungan ini. Pastikan baik kita maupun pasangan, sama-sama menyiapkan hati untuk berkomunikasi dari hati ke hati.

Perlu diingat juga, sesi konsultasi ini tidak mungkin selesai dalam satu atau dua kali pertemuan. Jadi, jangan harap untuk mendapatkan hasil yang instan. Sesuatu yang baik, biasanya akan datang bertahap dan di waktu yang tepat kan, Bu?

Di akhir artikel ini, Haloibu mau mengajak kita semua untuk melakukan refleksi terhadap hubungan kita nih. Coba kita ambil waktu tenang sejenak bersama diri sendiri dan melihat berbagai hal yang terjadi. Jika ternyata kita dan pasangan tidak membutuhkan bantuan profesional, wah bagus pastinya. Namun, kalau ternyata ada hal-hal yang muncul dan membuat diri tidak nyaman, tidak ada salahnya lho mencari bantuan profesional segera. Tentunya kita ingin yang terbaik untuk hubungan kita ‘kan?

Referensi:

https://www.verywellmind.com/what-you-need-to-know-about-relationship-counseling-4694545.

https://www.relate.org.uk/blog/2015/4/10/how-do-we-know-if-we-need-relationship-counselling.https://www.bustle.com/articles/161076-12-signs-you-need-couples-counseling#:~:text=It’s%20a%20sign%20of%20care,you%20should%20honor%20that%20request..

Irene

Sebagai lulusan arkeologi, Irene senang main ke lapangan dan blusukan ke tempat-tempat terpencil. Irene juga tertarik dengan digital marketing, content writing, dan fotografi. Untuk mengisi waktu luang, biasanya ia baca buku, jogging, menulis, nonton film dan series, dan kadang memilah sampah. Di akhir pekan, biasanya Irene ada di gunung atau latihan paralayang di Puncak.

Related
9 Cara Menjaga Kesehatan Otak untuk Mengatasi Mom Brain
Kenali Penyebab dan Cara Menghentikan Overthinking
Tak Hanya Fisik, Kondisi Mental Ibu Pasca Melahirkan Juga Butuh Recovery
Tags: #cinta, #haloibu, #hubungan, #ibu, #pernikahan, #profesional, #psikolog, #relationship
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid