DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Ibu Butuh Dukungan Selama Proses Berduka 

Share:

Atalia Praratya dirundung kabar duka karena anaknya Emmeril Khan Mumtaz atau Eril hanyut di Sungai Aare. Meski saat ini Ia sudah mengikhlaskan kepergian Eril, tentu hal ini tidak mudah dilakukannya.  

Ibu mana yang tidak sedih menerima kenyataan kehilangan buah hatinya. Peristiwa ini tentu menjadi tragedi besar bagi seorang ibu, terlebih Atalia belum melihat kondisi Eril untuk terakhir kalinya. Mengingat hingga saat ini Eril masih belum ditemukan. 

Sejak mengetahui buah hatinya hanyut di Sungai Aare, Atalia dan Ridwan Kamil berusaha mencarinya. Selama di Swiss, mereka mendatangi sungai tersebut  dan berharap bisa menemukan jasad Eril. 

Proses berduka yang dialami seorang ibu karena kehilangan anaknya itu nyata. Kita tidak pernah tahu kapan kesedihan itu akan berakhir. Atalia mungkin sudah mengikhlaskan anaknya yang terbawa arus sungai, tetapi tidak ada yang bisa menjamin bahwa Ia tidak akan bersedih lagi.  

Melansir dari News.health.com, kesedihan karena ditinggalkan orang tercinta secara tiba-tiba dapat memicu seseorang mengalami depresi. Kenyataan pahit tersebut dapat mengguncang mental seseorang sehingga Ia mengalami gangguan psikologis.  

Sekalipun tidak memiliki riwayat gangguan psikologis, risiko terkena depresi sangat mungkin dialami ibu yang kehilangan anaknya. Itulah mengapa dukungan sangat penting bagi mereka yang mengalaminya. 

Pentingnya Dukungan Bagi Ibu yang Berduka

Kematian seorang anak menimbulkan kesedihan mendalam bagi orang tua, terutama ibu yang mengandung dan melahirkannya. Meski tidak semua ibu mengalaminya, tetapi banyak ibu di seluruh dunia yang harus menerima kematian buah hatinya. 

Berdasarkan data UNICEF yang dihimpun tahun 2020 lalu, probabilitas anak dan remaja usia 5-24 tahun di dunia cukup besar, yaitu 18 kematian per 1.000 orang. Dari banyaknya kasus tersebut, kita bisa melihat dampaknya terhadap ibu. 

Setidaknya ada beberapa hal yang dialami seorang ibu pasca kepergian anaknya, antara lain yaitu: 

1. Kondisi Kesehatan Menurun 

Studi yang dilakukan Arizona State University tahun 2018 menunjukkan bahwa orang tua yang kehilangan anaknya mengalami dampak biologis. Dampak ini membuat kondisi kesehatan ibu dan ayah menurun. 

Studi tersebut melibatkan 461 orang tua yang telah kehilangan nyawa anaknya dalam 13 tahun terakhir. Hasil studi mengungkap sebagian besar responden mengalami sindrom patah hati yang mirip seperti serangan jantung. 

Sindrom patah hati muncul sebagai respon kesedihan yang berkepanjangan. Gejalanya yaitu, nyeri dada, peningkatan enzim jantung, hingga elevasi segmen ST.  

2. Trauma 

Kesedihan yang dirasakan ibu pasca kematian sang buah hati juga bisa menimbulkan trauma. Trauma itu mulai muncul saat ibu melepas harapan pada anaknya yang telah tiada dan mengingat kenangan manis saat bersama . 

Ibu akan sulit melepas traumanya ketika Ia mengalami suatu hal yang mengingatkan pada anaknya. 

3. Berubahnya Hubungan Pernikahan  

Dalam beberapa kasus, ayah dan ibu saling menyalahkan atas kematian anak mereka. Namun, tak jarang pula kehilangan anak membuat hubungan keduanya menjadi semakin dekat. 

Menurut ahli dari Boston University, momen kehilangan anak akan memicu masalah terhadap hubungan pernikahan yang sering berkonflik. Sementara itu, bagi pernikahan yang baik-baik saja, hubungan ayah dan ibu akan semakin kuat setelah kematian anak mereka. 

Beri Ia Dukungan  

Saat kabar duka itu mulai menyebar di lingkungan keluarga besar, teman, dan rekan kerja, dia –seorang ibu yang baru saja kehilangan anaknya- mendapat banyak perhatian dan perasan bela sungkawa.  

Namun, dukungan tersebut sebetulnya tidak hanya dibutuhkan sesaat. Ia membutuhkannya selama melewati proses berduka yang tidak diketahui pasti kapan berakhirnya. Perasaan sedih itu mungkin bisa hilang seminggu atau sebulan setelah hari kematian, tetapi Ia bisa kembali berduka saat melewati momen yang mengingatkannya pada anaknya. 

Adapun, dukungan yang Ia butuhkan bisa berupa berbagai hal. Yang pasti, sesuatu yang dapat membantunya selama berduka. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan: 

1. Dengarkan Ceritanya 

Mungkin butuh waktu lama bagi orang tua untuk kembali ke aktivitas biasanya. Tidak ada waktu yang benar atau salah untuk berduka.  

Dengarkan ketika Ia ingin membagikan perasaan sedihnya. Biarkan Ia bercerita kapan pun mengenai perasaannya atau kenangan manis bersama anaknya. 

2. Tanyakan Apa yang Bisa Kamu Bantu 

Tanyakan apa yang bisa kamu lakukan untuk membantunya. Bolehkah kamu memasak makan malam untuknya, membersihkan rumah, menjalankan tugas, atau merawat anak lainnya?  

Apakah Ia ingin kamu memberi tahu orang lain tentang kematian anak itu? Ini mungkin berguna sehingga Ia tidak perlu banyak bercerita tentang kematian anaknya pada orang lain.  

3. Dampingi Dia 

Ingatlah waktu-waktu tertentu setelah hari kematian anak merupakan masa sulit bagi seorang ibu. Ia bisa kembali berduka saat melewati hari ulang tahun dan hari kematian anaknya.  

Oleh karena itu, dampingi dia melewati hari-hari tersebut. Telepon atau temui dia untuk meyakinkan bahwa kamu selalu memikirkannya dan mendampinginya. 

4. Bawakan Makanan Favoritnya  

Orang yang sedang berduka pada umumnya tidak memperdulikan dirinya sendiri. Kamu bisa membawakan makanan favoritnya karena perasaan sedih bisa membuat Ia kehilangan nafsu makan. 

Maka, bawakanlah makanan favoritnya untuk menghiburnya dan membuatnya tidak lupa makan. Selain itu, Ia juga akan merasa bahwa masih ada orang yang memperhatikan kondisinya. 

Itulah beberapa dukungan untuk ibu yang ditinggalkan anaknya karena meninggal. Perasaan seseorang yang sedang berduka pasti akan menjadi lebih sensitif. Maka, kamu harus bisa memahaminya serta memberi dukungan yang terbaik. 

Referensi: 

Dwi Reka

Energetic person and women issue observer, a writer

Related
Tips Lindungi Anak Dari Pelecehan Seksual
Perjuangan Menjadi Ibu Baru Dan Tips Menghadapinya 
Menjaga Paru-paru Dari Polusi Udara Jakarta Yang Tiada Akhir 
Tags: #berduka, #empoweringmothers, #haloibu, #ibu, #ibuberduka, #menjadiibu, #motherhood
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid