DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Kenali 4 Fase Quarter Life Crisis, Kamu Ada Di Tahap Mana?

Share:

Bagi milenial berusia 20 – 30 tahun pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah quarter life crisis. Topik mengenai quarter life crisis hampir tidak pernah absen dari perbincangan di media sosial. Istilah ini sebetulnya merujuk pada kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa ragu akan kemampuan dirinya sendiri dan kebingungan menentukan arah hidupnya.  

Orang-orang yang mengalami quarter life crisis mulai berpikir untuk hidup mandiri dan tidak lagi bergantung kepada orang tua. Mereka mempertanyakan apakah tujuan hidupnya dapat dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Karena tidak lagi bergantung dengan orang tua, quarter life crisis membuat mereka resah akan kehidupan di masa depan. 

Peneliti dari Brikbeck College, Robinson pernah melakukan survei terhadap 1.100 anak muda. Hasilnya menemukan bahwa 86% responden mengaku merasa tertekan  untuk berhasil dalam pekerjaan, mengelola keuangan, dan hubungan sebelum berusia 30 tahun. Mereka merasa tertekan karena ragu dengan masa depan. 

Sementara itu, Dr James Arkell, seorang konsultan psikiater di Nightingale Hospital, London mengemukakan bahwa quarter life crisis tidak selalu dialami oleh orang-orang yang sedang menghadapi masa sulit di kehidupannya. Mereka yang sudah mendapatkan pekerjaan mapan dan memiliki tabungan tetap mengalami quarter life crisis karena masih meragukan dirinya sendiri. 

Menurut Arkell, orang-orang yang mengalami quarter life crisis adalah korban dari konstruksi sosial. Perspektif yang melihat bahwa orang dewasa harus menikah di usia 20-30 tahun, memiliki anak, dan memiliki rumah adalah konstruksi sosial yang membuat milenial saat ini terjebak quarter life crisis.  

“Saya sering melihat perempuan 20 tahunan cantik dan berbakat, tetapi mereka tidak menyukai diri mereka sendiri dan itu pasti masyarakat yang membuat mereka harus mengikuti standar (kehidupan) yang tak henti-hentinya ini,” kata Arkell seperti dikutip The Guardian. 

Fase Quarter Life Crisis 

Robinson mengungkapkan ada empat fase quarter life crisis yang pada umumnya dialami kebanyakan orang. Keempat fase ini menandakan sudah sejauh mana seseorang menghadapinya. Berikut fase quarter life crisis: 

1. Terjebak dalam Suatu Keadaan 

Quarter life crisis diawali dengan perasaan terjebak, baik itu dalam hal hubungan, pendidikan, maupun pekerjaan. Mereka yang berada di tahap ini merasa tidak puas dengan keadaan tersebut. Sebetulnya mereka bisa keluar dan mencari zona baru, tetapi tidak yakin apakah zona baru itu akan menciptakan keadaan yang lebih baik. Pada akhirnya, mereka merasa terjebak karena tidak berani mengambil keputusan untuk berubah. 

2. Merasa Bisa Mengubah Keadaan 

Dalam fase kedua, seseorang mulai optimis bahwa hidupnya bisa Ia ubah. Meskipun fase ini sulit dan rentan depresi, banyak orang berusaha mengejar target dalam hidupnya untuk mencapai impian, mencari pekerjaan yang nyaman, gaji yang layak, atau memutuskan untuk menikah. 

3. Membangun Kembali Kehidupan Baru 

Jika pada fase pertama muncul perasaan terjebak dan ragu akan kehidupan di masa depan, pada fase ketiga mereka sudah optimis dan mulai membangun kehidupan baru. Fase ini juga merupakan tindak lanjut dari fase kedua. Sebelumnya, mungkin kamu hanya coba-coba melamar pekerjaan baru dengan harapan mendapatkan lingkungan yang nyaman.  

Di fase ketiga kamu sudah siap bekerja di lingkungan baru dan siap menanggung segala risikonya. Karena bertekad ingin membangun kehidupan baru, kamu hanya berfokus pada nilai positifnya saja. 

4. Komitmen Terhadap Kehidupan Baru yang Dijalani 

Fase keempat yaitu munculnya komitmen terhadap kehidupan baru yang sedang dijalani. Ini adalah fase terakhir dalam quarter life crisis karena kamu tidak akan lagi merasa terjebak. Kamu sudah bsia menerima keadaan dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. 

Refrensi: 

Dwi Reka

Energetic person and women issue observer, a writer

Related
Kenali Gejala Hepatitis Akut, Penyakit Yang Menyerang Anak Dan Mulai Mewabah Di Dunia 
Melihat Kepribadian Seseorang Dari Aroma Parfum
Stillbirth Bukan Hanya Soal Kehilangan, Kondisi Mental Ibu Juga Terganggu
Tags: #haloibu, #kehilangandiri, #menjadiperempuan, #perempuan, #perempuanbisa, #perempuanindonesia, #pressure, #tahapperkembangan, #transisi, #woman, #women
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid