DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Bagi Kalya Risangdaru, Menjadi Seniman Butuh Perencanaan Matang

Share:

Menjadi seniman juga butuh perencanaan yang matang. Bagi Kalya Risangdaru, menekuni dunia seni tidak hanya cukup berbekal passion, tetapi juga merencanakan apa saja yang harus dilakukan supaya bisa berkembang dan bertahan di dunia seni. Meskipun bakat melukis sudah dirasakannya sejak kecil, Risangdaru tidak langsung memutuskan untuk terjun ke dunia seni sepenuhnya setelah lulus kuliah.

Ia bukanlah lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) atau jurusan seni sehingga tidak pernah mendapatkan pendidikan formal mengenai seni lukis. Kepiawaiannya dalam melukis Ia kembangkan secara otodidak.

Risangdaru adalah alumni Universitas Bina Nusantara (Binus) yang kuliah di jurusan sastra inggris. Setelah lulus di tahun 2010, Ia mengawali karir dengan bekerja di perusahaan swasta selama 2 tahun. Awal karirnya dipersiapkan untuk mengumpulkan uang sehingga Ia bisa membeli perlengkapan melukis. Sejak kuliah, Ia sudah berencana ingin menjadi seorang fultime artist dan menurutnya profesi ini membutuhkan modal serta penghasilan yang tak menentu.  

“Gak bisa dibohongi, sebenarnya cari duitnya susah karena membeli karya seni belum ada trennya di sini, kecuali ya kolektor-kolektor,” ucapnya kepada HaloIbu, Jumat (8/4). 

Risangdaru menggambarkan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menekuni passion-nya sebagai sebuah tangga. Baginya, tak masalah mundur beberapa langkah untuk melihat seluruh anak tangga. Ketika sudah terlihat seluruhnya, saatnya membuat perencanan dan merealisasikannya. 

“Di saat kita ingin sesuatu, pengen mengejar passion, mengejar mimpi, itu saatnya kita untuk mundur sebentar melihat dari kejauhan gimana langkahnya yang tepat kita ambil. Buatku jangan terburu-buru, ambil nafas dulu sebentar, lihat kedepannya kalau ada tangga,” tuturnya. 

Risangdaru adalah seniman yang berkarya membuat lukisan perempuan. Lukisannya tidak hanya sekadar menggambarkan bentuk tubuh, tetapi juga membawa isu yang dialami perempuan pada umumnya. Lukisan bertema rambut yang pernah diikutsertakan dalam event Jakarta Art Week 2019 adalah salah satu contohnya. 

Lukisan ini terpampang di Halte Busway Sudirman Jakarta selama periode pameran, yaitu 26 Agustus – 15 September 2019.  Ia menggambarkan bahwa rambut merupakan salah satu bagian tubuh yang paling mempengaruhi penampilan perempuan. Rambut juga menjadi bagian dari standar kecantikan perempuan di mana perempuan yang memiliki rambut lurus dianggap cantik. 

Salah satu tantangan yang dirasakannya selama berkarir menjadi seorang seniman yaitu mendapat stigma negatif karena melukis tubuh perempuan. Kita semua tahu bahwa lukisan tubuh perempuan tidak hanya dibuat oleh seniman perempuan saja. Banyak seniman laki-laki yang juga melukisnya. Namun, Risangdaru merasa perlakuan masyarakat terhadap seniman perempuan dan seniman laki-laki berbeda.  

Ia mengatakan seniman perempuan dipertanyakan ketika melukis tubuh perempuan, sedangkan hal tersebut tidak Ia lihat pada seniman laki-laki. Padahal, seniman perempuan justru lebih mengenal dan memahami tubuh perempuan. “Itu yang selama ini jadi pertanyaanku, kenapa sih laki- selalu gak pernah dipertanyakan kalau mereka melukis perempuan, kayaknya jarang,” tuturnya. 

Selain itu, Ia juga pernah mendapat pengalaman yang tidak mengenakan karena mengunggah karya lukisnya di Instagram. Ada momen ketika Ia merasa orang-orang memandangnya sebagai seniman yang erotis karena melukis tubuh perempuan tanpa busana.  

“Ada beberapa yang ngirim gambar-gambar porno karena mereka melihat dari karya-karyaku secara sekilas,” ucapnya.

Masih ada tantangan yang dirasakan Risangdaru sebagai seorang seniman. Yaitu, mencari pasar yang mau bekerja sama dan membeli karyanya. Meskipun saat ini sudah bermitra dengan beberapa klien, tetapi Ia masih ingin memperluas target pasar sehingga ada lebih banyak lagi orang yang menikmati karyanya. 

“Tapi di sisi lain aku masih kesulitan bersosialisasi dengan pembeli pembeli yang kira-kira akan tertarik. Itu kan butuh skill juga ya,” ucapnya. 

Dari pengalaman memperjuangkan passion-nya itu Ia berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia agar memiliki rencana demi meraih impian. Menurutnya, tidak masalah jika harus mundur dulu beberapa langkah untuk melihat apa saja yang perlu dipersiapkan. 

“Kalau misalnya langkah-langkahnya udah mulai kelihatan dan kayaknya reachable, tinggal menyerahkan semuanya. Berjuang stengah mati,” ujarnya.

Dwi Reka

Energetic person and women issue observer, a writer

Related
Kenali Gejala Hepatitis Akut, Penyakit Yang Menyerang Anak Dan Mulai Mewabah Di Dunia 
Kenali 4 Fase Quarter Life Crisis, Kamu Ada Di Tahap Mana?
Melihat Kepribadian Seseorang Dari Aroma Parfum
Tags: #haloibu, #haloperempuan, #karyaperempuan, #lukisan, #menjadiperempuan, #perempuan, #perempuanindonesia, #senimanperempuan
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid