DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Motherhood Journey
Your Motherhood Journey

Because You are Great!

Share:

You are valuable because you exist. Not because of what you do or what you have done, but simply because you are. – Max Lucado

Apa sih hal yang pertama kali ibu pikirkan ketika bangun di pagi hari, sebelum beraktivitas?
Kebutuhan anak, kebutuhan pasangan, orang tua, beberes rumah, urusan kantor, atau sudah terbayang hari yang melelahkan? Apapun itu semoga ibu tidak lupa untuk memikirkan kebutuhan diri sendiri ya bu.

Perempuan memang tidak bisa dilepaskan dari multiperan yang dijalaninya, baik di rumah maupun di luar rumah, di dalam keluarga inti, keluarga besar, lingkungan sosial, dunia kerja, hingga komunitas. Banyak kisah perempuan yang sukses secara personal dan professional, tapi tidak jarang ditemukan juga perempuan yang terpaksa mengorbankan keinginan, kebutuhan, bahkan kepentingannya karena berbagai keterbatasan dan kendala yang dihadapinya. Salah satu kemampuan yang penting dimiliki untuk bisa sukses dan mampu menghadapi tantangan yang muncul adalah ASERTIF.

Memperingati International Woman’s Day bulan Maret lalu, pada Rabu, 31 Maret 2021 lalu, Founder dari Halo Ibu, mbak Ashtra berkesempatan untuk menjadi salah satu narasumber di bincang virtual yang diselenggarakan Bukalapak. Bersama narasumber lainnnya yang juga ibu hebat dengan pribadi asertif dan telah membuktikan dirinya mampu menghadapi berbagai tantangan dalam membangun karir. Sesi dibuka dengan opening speech dari CFO Bukalapak, ibu Natalia Firmansyah yang memaparkan fakta bahwa lebih dari 40% total karyawan di perusahaan yang berbasis teknologi ini diisi oleh perempuan dan banyak di antaranya memegang posisi penting dan strategis. Mereka adalah contoh perempuan tangguh yang mampu bertindak asertif untuk menghadapi tantangan di industri yang notabene didominasi oleh kaum pria. Ia membuka bincang virtual dengan menyampaikan bahwa perempuan berdaya untuk bertumbuh secara personal maupun professional, serta mampu menjalankan multiperan, sebagai istri, ibu, pelaku industri, pebisnis, dan banyak peran penting lainnya.

Yuk, kita intip beberapa catatan kecil dari bincang virtual bertema Jadi Pribadi Asertif dan Hadapi Tantangan dalam Membangun Karir.

Pentingnya menjadi pribadi yang Asertif

Dengan menjadi asertif perempuan bisa mengekspresikan dirinya secara efektif dan di sisi lain tetap respect terhadap kepentingan orang lain. Mampu menjalin relasi yang lebih sehat, bebas mengekspresikan opini, namun tetap membuat orang lain merasa dihomati dan dihargai, tapi mampu membuat pihak lain memahami sudut pandang yang dimiliki.

-Kurnia Rosyada, VP of Marketplace Bukalapak

HIdup di tengah dunia yang penuh dengan persaingan memang tidak mudah bagi perempuan untuk ‘tampil’. Kadangkala sikap dominan yang ditampilkan disalahartikan sebagai agresif. Ketegasan yang dimiliki dan ditampilkan dalam bentuk asertif akan membantu perempuan dalam kehidupan personal dan professional. Asertif dalam keluarga membantu ibu untuk memahami dan juga mendapatkan respect dari suami, mertua, maupun anak-anak. Dengan dukungan yang besar dari keluarga dapat membuat ibu lebih bahagia dan berdaya. Menghargai diri sendiri, namun speak up untuk mendapatkan apa yang pantas didapatkan, serta awareness untuk mengidentifikasi hubungan yang baik.

-Wijayawati Yip, AVP of Engineering Tech, Bukalapak

Menjadi perempuan bukanlah pekerjaan yang mudah dengan berbagai peran yang dijalaninya. Penting untuk menata diri sendiri dan mengelola perasaa. Menjadi pribadi yang mengutamakan logika dan di sisi lain tidak mengabaikan perasaan orang lain. Mengomunikasikan hal yang perlu disampaikan tanpa menyakiti orang lain. Setiap perjalanan ada pilihan dan upayanya. Life is not always easy dan kitalah yang harus memenangkan diri sendiri.

– Siti Sufintri Rahayu, VP Corporate Affairs of Bukalapak

Asertif sebagai cara untuk menghadapi tantangan karir

Menjadi asertif dimulai dengan menjadi tegas pada diri sendiri, meyakinkan diri bahwa mampu untuk mencapai banyak hal di dalam hidup. Dalam menjalin network, asertif mendukung kita untuk meyakinkan orang lain untuk bekerja sama dan menumbuhkan bisnis. Hal yang juga dapat dilakukan untuk membantu tim bersikap asertif adalah memahami kondisi orang lain, untuk kemudian mencari tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan.

– Citra Ovani, CEO & Founder of Hunthire

Menjadi ibu yang asertif artinya memahami apa yang ingin dicapai, melepaskan sisi perfeksionis, menetapkan kesuksesan dengan definisi pribadi. Dengan memahami apa yang ingin dituju, maka selanjutnya akan mencari jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam menjalankan perannya, harus berani untuk menghadapi rasa sungkan atau tidak enak, mampu mengelola emosi dan menumbuhkan kepercayaan diri. Menjalin koneksi, terutama dengan diri sendiri. Salahsatu caranya adalah meditasi. Menyampaikan semua kegundahan diri, memetakan segala yang berkecamuk, untuk selanjutnya release, dan kembali bernapas.

– Ashtra Dymach, Founder of Haloibu.id

Asertif adalah hal yang harus dikondisikan, dimulai dengan menjadi orang yang percaya diri. Mampu mendefinisikan tujuan, menetapkan bahagia dalam versi kita, tahu kapan jeda dan tidak bersikap reaktif. Mampu untuk berpikir sebelum berbicara, serta melatih deep listening, serta menyampaikan sesuatu yang clear, namun tetap powerful. Ketika berhadapan dengan diskriminasi, maka issuenya bukan di dalam diri kita, tapi dalam diri orang yang diskriminatif

– Sessa Xuanthi, Event Producer

Berikut beberapa quotes yang didapatkan di acara #PerempuanBisa :

Can Woman Have it All? ABSOLUTELY!

Woman can do everything. Woman can have it all. But we can’t have it all at one time. Just one by one.

Yang penting tahu diri, tahu value, tahu kapan waktunya. Jujur, menerima, merasa cukup. Tahu purpose yang ingin dicapai dan tetap sayang pada diri sendiri.

Know what you want. Find out what you want. Berdoa sambil bekerja untuk mewujudkannya.

You van have it ALL YOU WANT. Understand what you want. Be Patient and respect yourself

Dear ibu, jangan takut untuk mencapai segala hal yang ibu inginkan. Kuncinya adalah memahami diri sendiri, identifikasi tujuan ibu, bertindak secara asertif untuk mencapai segala yang ibu inginkan.

#perempuanbisa

Aline Widiyanti

Related
Kartini, Sebuah Warisan Bagi Perempuan
Teman MengASIhi
Aku Cinta Anak Kecil, Tapi Kenapa Sulit Jadi Ibu?
Tags: #empoweringmothers, #empoweringwoman, #haloibu
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid