DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Motherhood Journey
Your Motherhood Journey

Kerasnya Hidup Tak Mengeraskan Hati

Share:

Pelajaran dari sebuah serial drama Korea

Bulan Juni lalu, sepintas saya membaca sebuah berita di social media mengenai Baeksang Arts Award 2020, sebuah penghargaan untuk dunia film di Korea Selatan. Saya sering menonton drama Korea, meski tidak fanatik, hanya beberapa cerita yang buat saya menarik. Ada salah satu yang menarik, yaitu penghargaan Daesang (Grand Prizes), atau penghargaan tertinggi untuk kategori drama televisi, yang berjudul When The Camellia Blooms dan saya pun mencari tahu tentang film ini dan rasa penasaran saya membuat saya menontonnya. Memang bukan cerita heroik ataupun menyayat hati, cerita dari kehidupan sehari-hari dari seorang ibu. Di luar dugaan, saya memahami alasan film ini mendapatkan banyak pujian, ada beberapa hal yang saya pelajari dari film ini, baik sebagai ibu dan sebagai anak.

Ibu selalu berusaha yang terbaik
Cerita ini berlatar seorang ibu tunggal yang bertekad membesarkan buah hatinya sendiri. Menjadi ibu tunggal tidaklah mudah, banyak stigma dan persepsi yang buruk menghampirinya hamper setiap waktu. Meski begitu, ibu bisa mengabaikan segala pandangan orang dan bertahan demi membesarkan anaknya dengan sebaiknya, meski banyak luka dan duka yang mengiringinya.

Ibu adalah manusia yang tangguh, meski tanpa unjuk kekuatan
Ada momen ketika anaknya sangat marah karena ibu tidak pernah membalas/ melawan ketika diperlakukan tidak adil. Anak merasa ibunya adalah orang yang lemah dan tidak bisa melindungi diri sendiri. Namun, fakta bahwa dengan berbagai tekanan yang ada ibu memperjuangkan kehidupan anaknya dan tetap bertahan adalah wujud bahwa kekuatan ibu tidak dapat diremehkan.

Meski hidup keras, namun tidak mengeraskan hati Ibu
Banyak duka dan luka yang mengiringi perjalanan pemeran utama sejak kecilnya, diabaikan dan ditinggalkan, bahkan ketika memiliki anakpun dijalaninya sendiri. Kerasnya hidup, tidak mengeraskan hatinya untuk tetap menjadi orang yang baik dan penuh kasih, meski ada kalanya menjadi tegas diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan diri.

Memaafkan, bukan untuk orang yang bersalah, tapi untuk diri sendiri
Ketika bertemu kembali dengan orang-orang yang menyakitinya di masa lampau, ia bisa memilih untuk membalaskan dendamnya dengan kasar, namun ia bertahan dengan keteguhan hatinya. Meski melalui proses dan butuh waktu, ia memilih untuk memaafkan semua yang memberinya luka dan melanjutkan hidupnya tanpa dendam.

Pada akhirnya ketika menjadi ibu, barulah semua hal menjadi masuk akal
Ketika menjadi anak, banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiran dan hati tentang segala yang dilakukan oleh orang tua yang terasa tidak masuk akal dan sepertinya tidak memahami anaknya. Lalu, ketika seorang anak menjadi orang tua, barulah dapat memahami segala kecemasan dan kekhawatiran orang tuanya, beserta dengan segala kekurangan yang kita rasakan dalam proses pengasuhannya. Dan kita bukanlah orang tua kita, kita bisa memilih cara kita sendiri dalam mengasuh anak, namun tetap belajar darinya.


Ibu berhak dicintai dan mencintai dengan sepenuh hati
Menjadi ibu adalah sesuatu yang tidak mengubah pribadi seseorang sepenuhnya. Ibu bukan hanya sumber cinta dan kasih sayang, namun ibu juga berhak untuk dicintai dan mendapatkan kebahagiaan. Konflik dan permasalahan tidak menjadi alasan bagi ibu kehilangan kehangatan hatinya untuk mengasihi orang lain di sekelilingnya.

Meski banyak perbedaan, ibu berdaya saling mendukung dan melindungi
Salah satu bumbu yang menarik dalam cerita ini adalah kekompakan ibu-ibu dalam memberikan support dan perlindungan yang nyata. Meski awalnya banyak praduga dan prasangka terhadap ibu tunggal, namun konsistensi dari keramahan dan kebaikan hati, mengubah semuanya. Dan walaupun semua ibu punya latar belakang dan kondisi yang berbeda, namun semua berdaya dan saling bantu. Jadi kalau ada sedikit waktu luang, film drama ini bisa dijadikan pilihan untuk menghabiskan akhir pekan.

Aline Widiyanti

Related
Menyembuhkan Luka, Putus Rantai Duka
IBU : Karir Sepanjang Hidup
Anti Kode-Kode Club
Tags: #empoweringmothers, #haloibu, #ibu, #menjadiibu
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid