DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Mom Shaming: Ibu Bekerja vs Ibu di Rumah

Share:

Sejak masih kecil, banyak perempuan Indonesia diajarkan untuk menjadi orang yang penurut, bisa mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, dan nantinya ketika sudah menjadi ibu, untuk selalu bersama dengan anak di rumah. Stigma ini tidak hanya berlangsung sejak usia belia, tapi tidak dapat lepas sampai kita dewasa.

Apalagi, baru-baru ini ada satu penelitian yang mengatakan bahwa ibu yang bekerja full-time ataupun part-time lebih bahagia. Penelitian itu dipublikasikan di Journal of Family Psychology dengan judul “Mothers’ Part-Time Employment: Associations With Mother and Family Well-Being” oleh Cheryl Buehler, PhD., and Marion O’Brien, PhD. Penelitannya dilakukan pada 1.300 ibu dari 10 lokasi berbeda di Amerika Serikat, dari rentang waktu 1991–2001. Penelitian ini tentu memperpanjang debat soal ibu mana yang lebih baik, ibu bekerja atau ibu di rumah.

Kebalikan dari penelitian di atas, menurut penelitian dari Pew Research Center, 60% orang Amerika mengatakan bahwa perkembangan anak lebih baik dengan paling tidak satu orang tua berada di rumah. 35% lainnya mengatakan bahwa tidak masalah jika kedua orang tua bekerja di luar rumah.

Jadi, sebenarnya mana yang lebih baik ya, menjadi ibu yang bekerja atau menghabiskan waktu di rumah bersama dengan pasangan dan anak-anak? Yuk, kita lihat pro dan kontra dari masing-masing pilihan Ibu!

Keuntungan Menjadi Ibu di Rumah

  1. Waktu lebih banyak untuk bersama dengan anak.

Stay at home mom atau menjadi ibu di rumah memang memiliki beberapa keuntungan. Penelitian pada tahun 2014 menemukan fakta bahwa kehidupan anak di usia-usia awal akan menjadi lebih baik jika memiliki paling tidak satu orang tua di rumah. Penelitian ini berdasarkan pada kompetensi pendidikan pada 68.000 anak, yang performanya terus meningkat hingga berada di sekolah menengah.

Mungkin, salah satu penyebabnya adalah orang tua bisa memiliki waktu bersama dengan anak, entah untuk bermain ataupun belajar. Hal ini menyebabkan orang tua terutama ibu, dapat mengawasi dan berbagi berbagai hal dengan anak hampir 24 jam dalam seminggu. Memiliki banyak waktu di rumah juga bisa menciptakan lingkungan yang stabil untuk anak. Ketika mereka berangkat dan pulang sekolah, akan ada ibu yang mengantar dan menjemputnya. Ibu juga bisa membantu mereka untuk mengerjakan berbagai tugas sekolah dan berbagi tentang pekerjaan rumah tangga.

  1. Mengurangi stres dan tingkat agresif anak.

National Institute of Child Health and Human Development dan Institute of of Child Development dari University of Minnesota menemukan fakta bahwa anak-anak yang sering dititipkan di tempat penitipan anak mengalami stres dan agresivitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak-anak yang sering bersama dengan orang tuanya.

Namun, ini bukan berarti para orang tua harus selalu bersama dengan anaknya. Bisa saja orang tua mencari pengasuh bayi atau acara yang membiarkan anak-anak bermain dengan teman sebayanya dan bisa memberikan orang tua waktu santai sejenak.

  1. Tidak harus membagi waktu antara pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah.

Dengan menjadi stay at home mom, ibu memiliki keuntungan sehingga bisa fokus untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga 100%. Tidak ada pekerjaan kantor yang harus dikerjakan di rumah dan tidak harus bermacet ria dalam perjalanan ke kantor. Selain itu, Ibu juga bisa menjadi saksi atas berbagai hal pertama yang dialami anak.

  1. Tidak perlu mengeluarkan biaya lebih.

Ibu tidak perlu khawatir meninggalkan anaknya ke baby sitter atau penitipan anak, sehingga semua yang diberikan anak dapat sesuai dengan yang diharapkan dan lebih terkontrol. Termasuk soal keuangan, orang tua tidak perlu memikirkan biaya tambahan untuk membayar baby sitter atau tempat penitipan anak. Uangnya bisa ibu pakai untuk berlibur bareng keluarga deh!

Kekurangan Menjadi Ibu di Rumah

  1. Bisa merasa kesepian.

Ketika ibu ingin fokus di rumah, biasanya waktu bermain bersama orang lain di luar keluarga akan berkurang. Ibu seringnya harus standby di rumah setiap hari. Hal ini bisa berujung serius lho, jika tidak diimbangi dengan baik. Ibu bisa saja stres, merasa sendirian, dan tidak memiliki teman berbagi.

  1. Pekerjaan rumah rasanya dibebankan semua ke ibu.

Meski sudah membagi tugas rumah dengan suami, tapi karena ibu yang 24 jam berada di rumah, seringnya pekerjaan rumah akhirnya ditangani sendiri oleh ibu. Hati-hati ya Bu, kalau tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup, bisa-bisa Ibu jatuh sakit dan malah ga bisa mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

  1. Tidak adanya pemasukan tambahan.

Karena ibu tidak bekerja, alhasil pemasukan satu-satunya hanya berasal dari suami. Di sini, ibu dan suami perlu pintar-pintar memilah pos mana yang jadi prioritas dan mengatur keuangan untuk berbagai hal sekunder dan tersier.

  1. Anak bisa merasa manja.

24 jam seminggu bareng ibu punya potensi buat anak jadi nempel banget sama ibu. Ibu juga harus pintar mengajarkan anak untuk jadi mandiri, agar nanti kalau waktunya dia beraktivitas sendiri, anak tidak terlalu kaget dengan perubahan lingkungannya.

Keuntungan Ibu Bekerja

  1. Pemasukan tambahan.

Ibu bisa berperan aktif dan membantu pasangan untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Fasilitas yang bisa didapatkan anakpun akan bertambah dan tentunya, ibu juga bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, tanpa tergantung keuangan pasangan.

  1. Bisa mengejar passion dan punya koneksi yang luas.

Passion yang sudah Ibu kejar sejak kuliah bisa tetap terus dijalani, sambil terus membuka koneksi baru dan mempertahankan yang ada. Ibu jadi bisa banyak teman berbagi kalau ada pertanyaan-pertanyaan seputar pekerjaan kantor ataupun pekerjaan rumah.

  1. Berbagi peran dengan pasangan.

Biar pekerjaan rumah tidak terbengkalai, selain perlu pintar membagi waktu, ibu juga harus sering berdiskusi dan berbagi peran dengan pasangan. Jadi pekerjaan rumah bukan tanggung jawab ibu semata, tapi tanggung jawab bersama dengan pasangan dan anak.

Kekurangan Menjadi Ibu Bekerja

  1. Banyak kehilangan waktu bersama anak dan pasangan.

Karena ibu sering tidak berada di rumah, ibu bisa saja melewatkan hal-hal yang pertama kali dilakukan si kecil. Ibu hanya bisa dapat infonya dari pengasuh atau keluarga yang bertugas menjaga anak ibu.

  1. Pengeluaran lebih banyak.

Agar kebutuhan harian anak dapat terpenuhi walaupun ibu dan pasangan bekerja, tentunya orang tua butuh bantuan orang lain. Orang tua bisa menyewa jasa baby sitter ataupun menitipkan anak di daycare. Selain itu, orang tua juga bisa minta bantuan kepada saudara kok.

  1. Sulit mendapat keseimbangan.

Ibu dan pasangan yang bekerja biasanya akan sulit membagi waktu antara pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah. Keduanya harus berhati-hati karena jika tidak seimbang, bisa-bisa salah satunya mengalami kerugian yang cukup besar.

Menjadi ibu bekerja ataupun di rumah sebetulnya kembali lagi ke pilihan masing-masing. Hal-hal di atas hanya untuk menginformasikan berbagai sudut pandang, sehingga Ibu bisa memilih pilihan mana yang tepat. Pilihan tepat Ibu kembali lagi ke berbagai faktor, seperti  bujet, gaya hidup, prioritas, support system, dan tentunya hasil diskusi dengan pasangan. Perlu diingat, apapun pilihan yang diambil harus diambil dalam keadaan yang tenang, tidak berdasarkan perasaan bersalah, dan tanpa tekanan dari manapun. Dan, tidak ada pilihan yang salah ataupun benar.

Referensi:

https://www.verywellfamily.com/research-stay-at-home-moms-4047911.

https://gostrengths.com/are-working-moms-happier-than-stay-at-home-moms/.

https://mummyitsok.com/blog/stay-at-home-mums-vs-working-mums/.

https://www.brighthorizons.com/employer-resources/benefits-at-work-blog/children-working-moms-vs-stay-at-home-moms.

Irene

Sebagai lulusan arkeologi, Irene senang main ke lapangan dan blusukan ke tempat-tempat terpencil. Irene juga tertarik dengan digital marketing, content writing, dan fotografi. Untuk mengisi waktu luang, biasanya ia baca buku, jogging, menulis, nonton film dan series, dan kadang memilah sampah. Di akhir pekan, biasanya Irene ada di gunung atau latihan paralayang di Puncak.

Related
Tipe Ibu Berdasarkan Zodiak, Kamu yang Mana, bu?
5 Alasan Kamu Harus Bangga Miliki Stretch Mark
Agar Rumah Jadi Tempat Ternyaman, Lakukan Tips Ini !
Tags: #anak, #bahagia, #haloibu, #ibu, #ibubayi, #ibubekerja, #menjadiibu, #momshaming, #pekerjaan, #stayathomemom, #stigma, #tradisi, #womenempowerment, #workingmom, #worklifebalance
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid