DONATE & SHOP
Lets share some love updates
Your Womanhood Diary
Your Womanhood Diary

Pentingnya Komunitas untuk Perempuan

Share:

It takes a Village to raise a woman and a mother. Do you already have your Village?

Bu, apakah kamu sudah memiliki komunitas?

Berdasarkan survei yang dilakukan Teman Bumil pada akhir tahun 2020 lalu, sebanyak 52,9% perempuan mengaku mengalami tekanan mental hingga depresi saat pertama kali memberikan ASI. Ada berbagai hal yang menjadi pemicunya, antara lain yaitu tekanan dari orang sekitar, tidak percaya diri bisa memberikan ASI, dan rasa takut tidak bisa memberikan ASI yang cukup.  

Tak hanya itu, sebanyak 98% responden juga mengakui membutuhkan dukungan dari keluarga dan orang lain di masa kehamilan hingga fase menyusui. Bercerita serta mendapatkan informasi mengenai berbagai hal yang kita alami dalam hidup seakan menjadi kebutuhan.  

Inilah beberapa peran penting komunitas untuk perempuan, yaitu: 

1. Membentuk Support System 

Bergabung dalam suatu komunitas dapat membawa  lingkungan baru yang suportif. Ada banyak orang yang bisa diajak bercerita tentang berbagai hal yang kita alami. Begitupun sebaliknya, orang-orang dalam komunitas pasti akan menceritakan pengalamannya.  

Nah, dari momen sharing seperti ini akan membentuk support system, sehingga Ibu tidak akan merasa sendiri lagi. Ketika bercerita atau mendengarkan cerita orang lain, mungkin saja Ibu jadi tahu bahwa orang-orang dalam komunitas juga sedang menghadapi masalah yang sama. 

Bahkan, support system juga dapat mempengaruhi kesehatan kita. Seperti yang dijelaskan penelitian dari American Psychological Association bahwa support system sangat erat kaitannya dengan kesehatan.  Penelitian tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang tidak memiliki support system yang baik berisiko mengalami depresi, terkena penyakit kardiovaskular, hingga perubahan fungsi otak. 

2. Menambah Teman 

Dari komunitas, Ibu bisa bertemu banyak orang baru dari latar belakang yang berbeda. Bahkan, Ibu juga bisa bertemu dengan orang yang memiliki hobi atau mungkin makanan favorit yang sama. Berkumpul dan bercerita dengan orang yang memiliki ketertarikan yang sama tentunya akan lebih menyenangkan. 

Menurut penelitian bertajuk Sex Differences in Social Focus Across the Life Cycle in Humans, lingkaran pertemanan perempuan akan berkurang sejak memasuki usia 25 tahun. Ibu bisa bergabung dengan komunitas untuk menambah teman yang memiliki ketertarikan atau sedang menghadapi masalah yang sama. 

3. Membantu Ibu Mendapatkan Keuntungan Finansial 

Jika Ibu merupakan seorang wirausaha atau memiliki bisnis yang menawarkan jasa, komunitas akan menjadi peluang baru untuk mendapatkan konsumen. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak perempuan mulai terjun ke dunia usaha. Jangan sungkan untuk menawarkan produk atau jasa di komunitas karena hal ini juga didukung oleh Komnas Perempuan, loh!. 

Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani pernah mengatakan bahwa sejak tahun 2020 banyak masyarakat yang ekonominya terpuruk karena terdampak pandemi. Hal ini membuat perempuan, termasuk para Ibu mulai berjualan di komunitas untuk membantu ekonomi keluarga. 

“Setidaknya para suami bisa tertolong dengan adanya manfaat ekonomi yang bisa didapatkan istrinya dengan masuk menjadi anggota komunitas itu,” ujarnya. 

4. Menambah Informasi dan Wawasan 

Selain menjadi wadah untuk bercerita, komunitas juga akan menjadi media yang dapat menambah informasi dan wawasan Ibu. Kehidupan perempuan yang dinamis dan terus bertransisi terkadang membuat kita bingung bagaimana menyikapinya. Entah itu cara merawat kehamilan yang sehat, cara menyusui, hingga pengetahuan mendidik anak. 

Semua ketidaktahuan itu muncul karena kita sedang berada di proses transisi dan tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Namun, sebetulnya kita bisa belajar dari pengalaman orang lain yang diceritakan dalam komunitas. 

5. Mencegah Risiko Depresi  

Ibu, kita ini tidak hidup sendiri. Mungkin, kita juga bukanlah satu-satunya orang yang sedang berjuang menghadapi problematika kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk berinteraksi dengan orang-orang untuk meringankan beban yang sedang dihadapi. Memendam dan memikul beban sendiri hanya akan membuat Ibu tersiksa, bahkan berisiko terkena depresi. 

Berdasarkan studi dari Universitas Ohio, Columbus, menyendiri dapat berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang. Penelitian ini juga membuktikan bahwa orang yang menyendiri lebih stres dalam menjalani kehidupan sehari-harinya dibandingkan mereka yang sering berinteraksi dengan orang lain. 

Yuk, bergabung dengan Komunitas Halo Ibu.

You deserve it!

Daftarkan dirimu ke whatsapp admin haloibu +62 812-9595-9711 yah!

Sumber: 

https://www.beritasatu.com/nasional/662281/komnas-perempuan-jangan-halangi-perempuan-beraktivitas-di-media-sosial

https://tirto.id/dmZD

https://www.halodoc.com/artikel/pentingnya-support-system-untuk-pengembangan-diri

https://gaya.tempo.co/read/1375167/survei-529-persen-wanita-mengalami-tekanan-mental-saat-menyusui

https://www.beritasatu.com/kesehatan/133638/riset-hidup-sendiri-membuat-anda-sering-sakit

Dwi Reka

Energetic person and women issue observer, a writer

Related
Tipe Ibu Berdasarkan Zodiak, Kamu yang Mana, bu?
5 Alasan Kamu Harus Bangga Miliki Stretch Mark
Agar Rumah Jadi Tempat Ternyaman, Lakukan Tips Ini !
Tags: #haloibu, #haloperempuan, #ibu, #komunitas, #komunitasperempuan, #menjadiibu, #menjadiperempuan, #motherhood, #perempuan, #perempuanbisa, #perempuandiindonesia, #womencircle, #womenempowerment
No Comment
Leave a comment!
Your Name*
Your Email*
Your Website
Your Comment
@haloibuid